INTERAKSI SOSIAL DI MASA PANDEMI COVID 19
Nama : Vanya Mareta Uli Pasaribu
Nim : 20310410021
Untuk memenuhi TUGAS SOSIOLOGI, Prodi Psikologi, Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Dosen pengampu Amin Nurohmah, S.pd.,M.Sc
Interaksi Sosial Di Masa Pandemi Covid-19
Sebelum membahas lebih jauh ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu Interaksi Sosial dan apa itu Covid-19. Interaksi Sosial adalah hubungan sosial dinamis berkaitan dengan hubungan antara individu dengan individu, kelompok dengan kelompok dan individu dengan kelompok [Gillin dikutip oleh Soerjono Soekanto].
Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari yang namanya Interaksi Sosial. Manusia sebagai makhluk sosial sangat memerlukan interaksi sosial yang mana interaksi ini berlangsung selama seumur hidup di kalangan masyarakat.
Apa itu Covid-19?
Dunia saat ini sedang menghadapi pandemi yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 (virus Corona) dan infeksinya yang disebut COVID-19. Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut Covid-19. Virus ini bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.
Virus Corona adalah jenis baru dari Coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia, orang dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.
Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Corona. Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
- Demam (suhu tubuh diatas 38°C)
- Batuk kering
- Sesak nafas
Infeksi virus ini awalnya ditemukan di Wuhan, Cina pada akhir bulan Desember 2019 dan telah menyebar dengan cepat ke berbagai belahan dunia. Dampak dari Covid-19 hingga saat ini sedang dialami hampir tiap negara. Covid-19 tak hanya berdampak pada kesehatan tapi juga berbagai aspek kehidupan lainnya.
Mengapa Covid-19 dikategorikan sebagai Pandemi?
Pandemi adalah penyakit yang menyebar secara global meliputi area geografis yang luas. Virus corona yang menyebabkan Covid-19, saat ini dinyatakan WHO sebagai Pandemi. Karena, penyakit tersebut telah menyebar ke berbagai negara di dunia. Suatu Pandemi dinyatakan saat ada penyakit baru dimana masyarakat tidak mempunyai kekebalan terhadap penyakit tersebut.
Hingga kini belum diketahui kapan pandemi Covid-19 selesai, sehingga yang bisa dilakukan adalah menerapkan usaha pencegahan. Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.
Bagaimana Perubahan sosial di era Pandemi?
Secara Sosiologis, Pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan sosial yang tidak direncanakan. Masyarakat menjadi hidup dengan hidupnya sendiri dan menjaga jarak dengan manusia lainnya atau biasa disebut dengan social distancing.
Kebijakan yang di terapkan oleh pemerintah untuk berdiam diri dirumah atau di rumah saja tujuannya adalah untuk memutus penyebaran virus Covid-19 hal ini membatasi ruang gerak masyarakat untuk beraktivitas diluar rumah pastinya, apalagi pemerintah saat ini memberlakukan seperti social distancing, belajar dirumah, kerja dirumah, PSBB, sampai lockdown pada daerah tertentu. Hal ini menyebabkan pembatasan komunikasi manusia secara interaksi kontak sosial (tatap muka, menyentuh secara fisik) menjadi berkurang, dan terarah pada aktivitas komunikasi di media sosial.
Perubahan yang terjadi dalam interaksi sosial pada saat ini terlihat sangat jelas saat pandemi Covid-19 ini mulai menyebar di berbagai berbagai Negara. Dengan demikian, segala bentuk aktivitas masyarakat yang dilakukan di masa pra-pandemi, kini harus dipaksa untuk disesuaikan dengan standar protokol kesehatan.
Lantas bagaimana cara berinteraksi dimasa pandemi Covid-19?
Bersosialisasi merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Kita tetap bisa bersosialisasi melalui berbagai media di era globalisasi ini yang menuntut pada kecanggihan komunikasi digital untuk tetap berinteraksi sosial. Media-media yang tersedia dapat dimanfaatkan sebagai media pemasaran, media interaksi, media pembelajaran.
Jembatan komunikasi melalui media-media tersebut tentunya dapat memberikan edukatif, informatif, dan persuasif. Media yang dimaksud digunakan tanpa melakukan kontak fisik di antaranya video call, twitter, facebook, tiktok, instagram, line, whatsapp dan media sosial lain nya.
Saat belum terjadi wabah pandemi Covid-19, kita seringkali disibukkan dengan aktivitas melalui komunikasi sosial yang di mana komunikasi dilakukan tidak harus kontak fisik atau tatap muka. Artinya masyarakat tetap bisa melakukan interaksi sosial dengan menggunakan teknologi komunikasi, terutama media sosial. Manfaatkan media sosial untuk berinteraksi dengan teman. Lakukan interaksi yang positif seperti saling menyemangati. Hindari memberikan komentar yang negatif atau hate speech.
Interaksi kita memang terbatas pada jarak, namun tidak terbatas dalam berinteraksi meskipun ada kalanya akan lebih efektif jika dilakukan secara komunikasi langsung secara tatap muka dalam satu ruang (komunikasi interpersonal).
Selain itu, ada beberapa cara yang efektif untuk diterapkan ketika sedang berinteraksi pada masa Covid-19, yaitu:
- Menggunakan masker setiap keluar rumah.
- Biasakan untuk selalu mencuci tangan setelah beraktifitas.
- Gunakan hand sanitizer setelah selesai beraktifitas.
- Sebisa mungkin hindari bersalaman dengan orang lain.
- Tetap jaga jarak dengan orang lain.
Sumber
https://saintif.com/interaksi-sosial-adalah/
https://www.alodokter.com/virus-corona
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5106402/dampak-positif-dan-negatif-virus-corona-yang-bisa-jadi-pelajaran
https://kids.grid.id/read/472138667/apa-itu-pandemi-dan-perbedaannya-dengan-epidemi-terkait-virus-corona
https://lombokpost.jawapos.com/opini/15/07/2020/perubahan-sosial-di-era-pandemi/
https://www.unida.ac.id/artikel/opini-social-distancing-perubahan-sosial-lewat-komunikasi-digital-menghadapi-wabah-corona-covid-19.html
https://www.kompasiana.com/sakbaniar/5f33b26a097f36255119f7c2/interaksi-sosial-pada-masa-covid-19?page=2
Komentar
Posting Komentar